Strategi Pemasaran Inovatif dan Kreatif UKM Selama Pandemi Covid-19

0
46

Adanya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mengakibatkan terganggungnya bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM). Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha. Namun demikian, kebutuhan masyarakat tetap berjalan  dan membutuhkan pemenuhan sesuai dengan kondisi krisis. Dengan ini pelaku usaha harus memahami apa saja yang dibutuhkan konsumen untuk bertahan hidup selama menghadapi wabah Covid-19 dan mengambil peluang untuk mepertahankan bisnisnya.

Kebutuhan akan barang yang diprioritaskan  menjadi pertimbangan oleh konsumen selama pandemi Corona berlangsung.  Mencermati hal ini pelaku UKM se-yogyanya mulai menganalisa untuk mengetahui kebutuhan pasar dan merumuskan strategi bisnis yang dapat di implementasikan. Dengan menerapkan strategi pemasaran kreatif dan inovatif selama pandemi serta mempertimbangkan ketentuan yang diterapkan oleh pemerintah selama lock down dan isolasi mandiri, diharapkan pelaku UKM dapat mempertahankan bisnisnya.

Inovasi adalah kemampuan mencari solusi kreatif terhadap masalah dan peluang yang sedang dihadapi untuk meningkatkan kinerja bisnis. Sedangkan kreatifitas adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan ide-ide segar dan cara baru untuk menghadapi masalah dan peluang dalam bisnis. Penjelasan lain mengenai marketing kreatif adalah sebagai sebuah langkah atau strategi yang diambil oleh seseorang atau kelompok untuk memasarkan produk atau layanan jasanya, dengan mengandalkan berbagai inovasi dan kreasi baru yang selalu dikembangkan dari waktu ke waktu. Strategi bisnis yang dapat diterapakan  ditengah wabah saat ini adalah dengan mempertimbangakan strategi Marketing Mix.

Marketing Mix menurut ilmuwan Kotler dan Armstrong adalah sebuat perangkat atau alat dari proses pemasaran taktis yang bisa dikendalikan temasuk produk, distribusi, harga, dan juga promosi. Perusahaan akan memadukan keseluruhan komponen ini agar bisa menghasilkan respon yang diinginkan sesuai dengan target pasar yang ditetapkan. Sedangkan menurut pendapat  Buchari Alma, definisi dari Marketing Mix sebagai strategi yang menggabungkan beberapa kegiatan marketing. Kombinasi dari berbagai kegiatan ini mempunyai tujuan untuk bisa mencapai hasil yang maksimal.

Berikut strategi pemasaran Marketing Mix yang meliputi product, promotion, dan price, namun juga meninjau dari segi place, people, process dan physical evidence yang selanjutnya dikenal dalam istilah bauran pemasaran jasa sebagai 7P. 

1.        Produk / Jasa 

Pelaku UKM perlu meriset produk yang sesuai dengan kebutuhan  konsumen, yaitu dengan cara menghubungkan kebutuhan produk yang di butuhkan konsumen dengan produk yang diproduksi. Dengan strategi ini, pelaku UKM akan mendapatkan posisi yang strategis saat melakukan pemasaran dan mendapatkan income, karena produk yang dipasarkan sesuai dengan kebutuhan selama pandemi Covid-19. Misalnya membuat produk dengan mempertimbangkan bahan dasar dari hasil alam yang mudah didapat dan memberikan manfaat yang baik terhadap kesehatan. Contoh lainnya dengan membuat layanan jasa home service, pemesanan barang atau kegiatan layanan lainnya dapat dilakukan dirumah konsumen dan tentu saja dengan mempertimbangkan keamanan kesehatan. 

2.        Price/Harga

Penetapan harga haruslah kompetitif, pelaku usaha perlu melakukan pertimbangan dalam hal ini, karena penetapan harga dapat mempengaruhi pendapatan total dan biaya operasioal usaha. Oleh karena itu idealnya harga yang ditetapkan dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat. Dengan menyediakan produk/jasa dengan harga yang bervariasi, dapat memberikan pilihan yang lebih banyak kepada konsumen. Dalam hal ini pelaku UKM perlu mempertimbangkan nilai proposisi (alasan yang membuat pelanggan beralih dari satu perusahaan ke perusahaan lain, berisi gabungan produk dan atau jasa tertentu untuk melayani kebutuhan segmentasi pelanggan spesifik). 

3.        Place/Tempat

Pada strategi  pemasaran dalam kondisi normal, tempat-tempat yang strategis tentu adalah tempat yang memiliki peluang akses publik yang lebih baik. Dalam kondisi sekarang ini strategi ini yang paling terasa perbedaanya. Biasanya tempat yang paling strategis adalah tempat-tempat keramaian berubah menjadi kegiatan pemenuhan kebutuhan konsumen melalui online. Mempertimbangkan hal ini UKM yang telah memulai bisnisnya harus memanfatkan e-commerce untuk memasarkan produk, membuat aplikasi mobile dengan memberikan fitur-fitur produk yang lengkap. Jika ingin berhemat, cukup mendesain dan menyebar konten ke grup komunitas  dan jejaring media lainnya. Sehingga edukasi yang dilakukan benar-benar maksimal.

4.        Promotion/Promosi

Promosi selama pandemi yang paling efektif adalah menggunakan media online. UKM dapat mengembangkan dan meningkatkan layanan dengan memberikan perhatian terkait discount, promosi atau konten-konten mengenai manfaat produk  serta kiat-kiat hidup sehat. Sehingga konsumen memiliki kesadaran untuk tetap membeli produk yang dipasarkan. Promosi yang dilakukan tidak hanya tentang produk saja, namun bagaimana dapat berkomunikasi dengan konsumen selama pandemi dan mengetahui kebutuhan mereka. Produk yang dipasarkan hendaknya yang berhubungan dengan kebutuhan selama kriris berlangsung. Dalam hal ini promosi lebih berfokus pada kebutuhan konsumen, dengan memberikan pengetahuan mengenai manfaat akan produk dengan membuat konten yang menarik untuk dilihat.

5.        People / Sumber Daya Manusia (SDM )

Selama pandemi Covid-19 berlangsung konsumen membutuhkan layanan yang maksimal. SDM merupakan aset utama dalam industri jasa, terlebih lagi bisnis yang membutuhkan sumber daya dengan performance tinggi. Kebutuhan konsumen terhadap karyawan berkinerja tinggi akan menyebabkan konsumen puas dan loyal. Kemampuan knowledge (pengetahuan) baik yang dimiliki oleh SDM, akan menjadi kompetensi dasar dalam internal perusahaan dan pencitraan yang baik di luar. UKM dapat memberdayakan SDM-nya untuk menganalisa kebutuhan konsumen dan melakukan produksi serta merumuskan stratgei yang tepat.

6.        Proses Aktivitas Bisnis

Layanan jasa ataupun kualitas produk sangat bergantung pada proses penyampaian jasa kepada konsumen. Mengingat selama pandemi Corona tingkat kewaspadaan konsumen akan kesehatan sangat tinggi, maka dalam proses penyampain jasa/produk harus memperhatikan jaminan mutu layanan (quality assurance) dan seluruh operasional UKM harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan. Proses selama aktivitas bisnis berlangsung hendaknya mengacu pada prosedur pencegahan penularan wabah, sehingga konsumen tetap yakin untuk melakukan transaksi pembelian. 

7.        Physical Evidence (Bukti Fisik Perusahaan)

Selama pandemi Covid -19, building merupakan bagian dari bukti fisik, karakteristik yang menjadi persyaratan yang bernilai tambah bagi konsumen dalam perusahaan jasa yang memiliki karakter. Perhatian tidak lagi pada interior bangunan atau perlengkapan bangunan lainnya, akan tetapi dalam hal ini sebaiknya UKM lebih baik menonjolkan kepada prosedur layanan.  Misalnya utilitas yang digunakan bersih, seragam karyawan yang melakukan home service menonjolkan karakter yang mengusung prosedur pencegahan wabah oleh UKM. Dengan menunjukkan karakteristik dari perusahaan, UKM dapat meraih kepercayaan dan menimbulkan minat beli konsumen.

Strategi Marketing Mix  merupakan faktor yang sangat penting dalam bisnis. Maka dari itu UKM dapat mempertimbangakan dan mengelola strategi Marketing Mix-nya agar tetap bisa bertahan dalam kondisi apapun termasuk kondisi saat ini. Pelaku UKM dapat melakukan kreatifitas dan inovasi sesuai dengan kebutuhan pasar. Pengembangan produk, promosi yang inovatif dan layanan purna jual yang kreatif, dapat membangun relationship yang baik dengan konsumen selama pandemi Covid-19 berlangsung. 

Selain 7P Marketing Mix, UKM juga perlu memperhatikan cash flow bisnis, karena merupakan salah satu hal yang akan berdampak terhadap kegiatan usaha. Dengan memahami alur cash flow, UKM dapat  menerapkan manajemen cash flow yang sehat dan efesien. Selain itu dengan adanya manajemen cash flow yang tepat, berbagai masalah keuangan bisa teratasi dengan baik. Manfaat memperhatikan manajmen cash flow bagi UKM adalah dapat melihat dan memperhitungkan dengan baik jumlah dan tempat di mana dana perusahaan mengalami kemacetan dan membuat kebijakan terkait pembayaran dan tagihan.

Demikian ulasan strategi pemasaran yang kreatif dan inovatif dengan mempertimbangkan strategi Marketing Mixselama pandemi Covid-19, semoga dapat bermanfaat bagi pelaku usaha kecil menengah dan tetap semangat dalam mempertahankan bisnis.

Ulasan ini ditulis oleh: Ainur Yanni
Mahasiswi Magister Manajemen 2020 
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jendral Soedirman 
Purwokerto – Jawa Tengah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here