MALINAU, KalimantanTV.com – Bupati Malinau DR Yansen TP, M.Si mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 443.1/333/Hukum tentang Pengawasan dan Pengendalian Keluar Masuk Orang Ke Kabupaten Malinau Dalam Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini dikeluarkan untuk menindak lanjuti keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan atas keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan upaya aktif dalam meningkatkan upaya kewasapadaan dini dan pencegahan penyebaran Virus Corona di Kabupaten Malinau.

Saat dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat, kepada awak media KalimantanTV.com Dr Yansen TP menegaskan, edaran tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memantau dan mengawasi mobilisasi orang kelluar masuk di Bumi Intimung.
“Seluruh langkah-langkah teknis Protokol penanganan Virus Corona sudah kita laksanakan dengan tertib di Kabupaten Malinau. Sebagai bentuk ketegasan dalam mencegah dan Mempercepat penghentian Penyebaran Virus Corona di Malinau, maka diperlukan langkah tegas untuk memantau setiap Mobilisasi orang keluar dan teristimewa yang akan masuk ke Malinau,” jelas Bupati Yansen.

Dirinya menjelaskan, langkah ini dilakukan lantaran melihat tingginya angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masuk ke Kabupaten Malinau. Sehingga perlu melakukan peningkatan pengawasan kepada masyarakat yang hendak memasuki wilayah Malinau.

“Saat ini ODP di Malinau bisa terbilang tinggi untuk Provinsi Kalimantan Utara. Maka dari itu perlu dilakukan pengawasan, untuk mempertahankan Malinau Negatif dari Virus Corona. Maka dari itu Masyarakat wajib mendukung kebijakan ini secara Sadar dan Mandiri agar Malinau benar-benar Steril dan tetap negatif Virus Covid-19,” terang Bupati Yansen.

“Kita (Pemerintah Daerah) tegas untuk penanganan Covid-19 ini, dan (tegas) itu untuk kebaikan masyarakat yang ada di Malinau,” sambungnya.

Dirinya pun meminta kepada tingkatan pemerintahan yang berada di bawahnya, baik itu Kecamatan, Desa hingga RT untuk terus memantau masyarakat di lingkungannya masing-masing. “Saya harapkan para Camat, Kades dan Ketua RT untuk terus memantau masuknya setiap orang ke tempat mereka (Kecamatan, Desa dan RT) masing-masing. Jika ada, segera laporkan dan periksa kondisi kesehatannya,” imbuh Bupati Malinau Dua Periode ini.

Terdapat 10 point penting dalam edaran yang diterbitkan pada 30 Maret 2020 kemarin. Diantaranya, dirinya masyarakat Kabupaten Malinau diminta untuk tidak melakukan perjalanan keluar daerah. Sebagai bentuk upaya pencegahan penularan wabah Covid-19, hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Sementara itu, bagi masyarakat yang akan memasuki Kabupaten Malinau diminta untuk membawa surat keterangan sehat dari instansi terkait dari daerah asal keberangkatan dan melaporkan kedatangannya kepada Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Malinau. Namun apabila masyarakat yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan persyaratan yang diminta, maka diwajibkan untuk melaporkan diri pada posko-posko Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Malinau untuk menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya para warga Malinau dan para Mahasiswa ataupun pelajar yang ingin kembali ke Malinau dari wilayah zona merah Covid-19 (Jabodetabek, Jateng, Jabar, Jatim, Kaltim dan Sulawesi) yang sudah tiba di Malinau diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta wajib melakukan isolasi masndiri. Sementara yang masih berada di Luar Malinau diminta tetap waspada dan mengikuti peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat atau pemerintah daerah setempat.

Sedangkan bagi para pelaku usaha transportasi diminta untuk membatasi jumlah penumpang dan memperhatikan jarak duduk para penumpang dan wajib menyediakan Hand Sanitizer ataupun sarana cuci tangan, serta melakukan penyemprotan desinfektan pada kendaraan secara rutin tiap harinya.

Untuk masyarakat yang tiba di Kabupaten Malinau selama Covid-19 mewabah diminta melaporkan keberadaan dan kedatangannya pada posko Gugus Tugas Covid-19 atau menghubungi hotline; 0813 4706 4049 (dr. Novitasari Chandra); 0813 4770 3345 (dr. Arifin Nurcholis); 0813 5049 9683 (dr. Ari, Sp.P).

Kepada Kepala Desa beserta perangkatnya dan RT di Kabupaten Malinau diminta untuk melakukan pendataan kepada warganya masing-masing yang tiba di Malinau ataupun melakukan aktivitas mudik untuk dilakukan pengawasan, penelusuran dan pembatasan gerak dala pelaksanaan Pengawasan dan Monitoring, serta wajib melaporkan perkembangannya pada Tim Gugus Tugas Covid-19.

Bagi para pelaku usaha yang melakukan transaksi jual beli secara tunaidiwajibkan untuk menyediakan Hand Sanitizer atau sarana Cuci Tangan. Dan bagi masyarakat yang membeli makanan dan minuman dihimbau untuk tidak memakannya ditempat, melainkan dibungkus.

Atas dasar keselamatan Rakyat yang merupakan hukum tertinggi, maka terhadap warga kabupaten Malinau yang melakukan kegiatan mengumpulkan orang, berkumpul, melawan pejabat yang sedang mwlaksanakan tugas, akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku (san).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here