Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus Kaltim Kutuk Aksi Kekerasan 22 Mei

0
400

Samarinda – Pengurus Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus Kalimantan Timur, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Jakarta, pada 21-22 Mei 2019 lalu.

Para mahasiswa menyatakan sikap mengutuk keras aksi kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di Jakarta. Para mahasiswa juga menyerukan semua pihak menjaga persatuan dan keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila UUD 45, serta menyerukan agar semua pihak menghentikan aksi kekerasan dan kerusuhan yang terjadi.

“Menyikapi situasi pasca penetapan hasil pemilu yang sudah kita saksikan di berbagai media, sebagai mahasiswa pemegang tongkat kepemimpianan bangsa Indonesia kedepannya, maka kita harus ikut ambil sikap guna menyikapi situasi kekinian dengan meletakan dasar pemikiran pada nilai-nilai demokrasi dan anti provokasi serta menjunjung tinggi amanat konstitusi,” kata Aswia Ahmad Maulana, Kordinator Pengurus Oraganisasi Kemahasiswaan Intra Kampus Kaltim, pada Kamis (23/05/19) sore.

Aswia juga menyampaikan bahwa pernyataan Titiek Soeharto sebagaimana disampaikan di dalam video yang viral di media sosial, bahwa aksi akan berlangsung damai tidak terbukti. Hal ini menguatkan dugaan bahwa aksi damai yang diserukan politisi Cendana itu hanya kamuflase belaka. Sejak beberapa hari terakhir telah beredar seruan di media sosial agar yang mau mengikuti aksi membawa benda dan senjata yang bisa digunakan untuk melakukan kekerasan.

“Saya sebagai mahasiswa sangat prihatin dan berharap kekerasan ini segera dihentikan. Selain itu meminta aparat kepolisian segera menindak tegas pelaku perusuh dan provokator,” tegas Asiwia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here