Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Kaltim ke Luar Negeri

0
64

Samarinda – Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali melepas produk ekspor komoditas pertanian asal Kalimantan Timur dengan total nilai Rp20,8 milyar, yang digelar di Pabrik PT Mukti Kusuma Cemerlang Simpang Pasir Palaran Samarinda, Kamis (28/03/19) pagi.

Komoditas yang diekspor berupa Vaneer Kruing sebanyak 1.132,71 m3 dengan nilai ekspor sebesar Rp8,18 miliar tujuan India. Kayu Moulding sebanyak 716.836 m3 senilai Rp4,20 miliar dengan tujuan ekspor ke Cina dan Plywood sejumalh 226,986 m3 senilai Rp1,74 miliar dengan tujuan negara Myanmar.

Selain olahan kayu, dua produk unggulan lainnya yang dilepas yakni Karet sebanyak 302,4 ton senilai Rp5,16 miliar dengan tujuan ekspor ke Taiwan dan PKE (Plam Kernel Expeller) sebanyak 400 ton senilai Rp509 juta dengan tujuan ekspor ke negara Cina.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Agus Sunanto mengatakan akan terus mendorong bisnis non migas asal Kaltim karena potensi ekspor Indonesia ini sangat luar biasa.

Menurut Agus, negara tujuan banyak yang meminta produk asal indonesia. “Seperti hari ini, itu bahan bakunya masih kurang dan sekarang tinggal penyedian bahan baku ini tentunya dari petani-petani kita semua. Hampir semua kendalnya bahan baku,” jelasnya.

Agus menambahkan, karantina kedepan yang akan mengkomunikasikan pengguna jasa dan petani, kalau ada kendala keluar negeri karantina yang mengkomunikasikan.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi yang turut hadir dalam pelepesan ekspor ini optimis kedepan sektor pertanian kaltim akan lebih maju. Hadi berharap harus perlu keseriusan dalam membangun pertanian, sehingga pertanian di kaltim semakin maju dan sukses.

“Potensi karet kita itu besar, tapi masalahnya saat ini ekspornya lewat tempat lain. Dengan adanya tempat ekspor ini insya allah karet akan kembali menjadi komoditi unggulan bagi kita. Kalau ini lancar petani akan bergairah, itu pasti,” jelas Hadi.

Pelepasan ekspor komoditi pertanian ini ditandai dengan pemecahan kendi di depan truck kontainer serta penyerahan sertifikat Phytosanitary Certificate kepada para perusahaan yang turut menyumbang devisa untuk negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here