Ketua Komisi III DPRD Samarinda Dukung Penerapan E-Parking

0
2

Kalimantantv.com – Pencanangan  penerapan E-Parking yang ditujukan kepada para Juru Parkir di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, respons positif disampaikan Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.

Angkasa mengemukakan, pencanangan E-Parking tersebut memanglah sudah lama digadang-gadang Pemerintah Kota Samarinda. Hal tersebut guna menghindari kebocoran retribusi dari sektor parkir.

Walaupun ini tidak menjamin 100 persen bisa efektif menanggulangi masalah kebocoran retribusi, tetapi katanya paling tidak bisa mengurangi dari kebocoran itu.

“Saya kira kalau semuamya menerapkan seperti itu, yang sifatnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) maksimalnya bisa meningkat, melalui retribusi dan sebagainya,” tuturnya, Jumat (6/11/2020).

Tetapi di balik pertanyaan tersebut, ia mengaku mendukung dengan adanya E-Parking tersebut, demi peningkatan PAD.

Karena diketahui bahwa di Kota Samarinda, dibandingkan dengan Kota Makassar jauh sekali PAD-nya.

“Kalau di Makassar itu PAD Rp 5 T (triliun), sedangkan di Samarinda banyak kebocoran yang terjadi,” ungkapnya.

Dia berharap agar E-Parking tersebut dapat segera diterapkan. Tetapi juga dari sektor lain menerapkan dengan sistem online.

“Tentang pembayaran pajak di restoran, hotel sudah sistem online seharusnya. Begitu dia makan terus bayar di kasirnya, dipotong 10 persen langsung terdebet lalu masuk ke kas daerah,” ucapnya.

Rencananya, penerapan E-Parking tersebut akan dilakukan pada 2021 mendatang.

“Rencanannya tahun 2021 sudah kita terapkan, cuma bulannya kapan belum tahu, mudah-mudahan pada Triwulan kedua sudah bisa terlaksana,” tutur Hari Prabowo.

Ia mengharapkan apa yang dicanangkan oleh pihaknya tersebut bisa diterima oleh DPRD Samarinda, sehingga E-Parking tersebut bisa segera terealisasi.

“Kalau kami punya rencana, tapi kalau kemudian di Dewan, anggaran tidak dikucurkan. Ya kami hanya bisa berencana tidak bisa mengeksekusi,” sambungnya.

Di balik itu, banyaknya juru parkir yang sudah berusia yang mana dianggap masih belum familiar terhadap penggunaan Android, tentunya hal tersebut juga menjadi perhatian oleh pihaknya.

Sehingga Dishub berencana untuk menggelar pelatihan terhadap juru parkir terlebih dahulu, sebelum dilakukannya penerapan.

“Ini sudah kami rencanakan, sebelum pelaksanaan akan dilakukan pelatihan. Supaya di lapangan tidak kelabakan, kami pegang sehari- dua hari, saya pikir sudah mahir untuk menggunakan Android itu. Alatnya mudah aja,” ucapnya. (ist/jw-kk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here