Kasus DBD Naik, DPRD Samarinda Minta Dinkes Gerak Cepat Dalam Penanganannya

0
4

Kalimantan.Tv – Terhitung sejak tanggal 1 hingga 26 Januari tahun ini, sudah tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) 75 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti.

Hal ini pun menarik perhatian anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor, Ia meminta dikes untuk melakukan langkah khusus terkait peningkatan kasus DBD.

“Dalam bulan ini saja ada 75 warga Samarinda terjangkit penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut, maka saya minta Dinkes melakukan gerak cepat untuk mengatasinya,” ujarnya.

Sopian Noor mengatakan ada banyak cara untuk mencegah kasus DBD, salah satunya dengan memberikn edukasi ke masyarakat program 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penmpungan air dan mengubur barang bekas, serta berusaha menghindari gigitan nyamuk dimanapun dan kapanpun.

Ditambah, dinkes juga turut memberikan abate gratis kepada masyarakat untuk ditebar ke bak mandi dan tempat penampungan lainnya, agar perkembangbiakan nyamuk menurun.

Selain yang sudah dijelaskan diatas, pihak dinkes juga harus melakukan fogging (pengasapan) pada daerah yang terdapat kasus DBD. Mereka juga harus melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, guna mengurangi beban dinas kesehatan tersebut.

Setelah penyemprotan hari Minggu lalu, ternyata banyak lagi animo masyarakat yang juga ingin kawasannya dilakukan pengasapan baik skala RT maupun kelurahan, seperti di Kelurahan Samarinda Kota, Samarinda Ilir, Sambutan, Samarinda Seberang, Samarinda Ulu, dan Sungai Pinang Dalam,” tambahnya.

Diakhir, ia mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang turut membantu kegiatan fogging yang dilakukan pada haru Minggu (23/01/2022) kemarin, baik dari sisi peminjaman alat, hingga membantu persediaan konsumsi.

(ist/ktv/dy*xa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here