E- Billing Strategi Tingkatkan Kualitas Layanan Pajak

0
45

Sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) gencar mensosialisasikan wajib pajak kepada masyarakat Indonesia. Terbukti, pada akhir 2016 sosialisasi yang dilakukan mulai menampakkan hasil. 

Prosedur pelayanan pajak pun mulai berubah mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. Terutama pada layanan pendaftaran, pembayaran dan pelaporan pajak. Hal ini tak lepas dari strategi DJP yang ingin menumbuhkan minat masyarakat dalam membayar pajak.

Layanan ini pun diberi nama e-billing. Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar kata ini, atau bahkan ada yang pernah mendengar namun masih mempertanyakan, apa itu e-billing?

Menurut Direktorat Jenderal Pajak, e-Billing adalah sistem pembayaran pajak elektronik secara online yang ditujukan untuk mempermudah wajib pajak dalam mengurus permohonan pendaftaran (Nomor Pokok Wajib Pajak) NPWP, perubahan data dan pemindahan wajib pajak, pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP), aktivasi Sertifikat Elektronik, pencabutan PKP, dan penghapusan NPWP dapat dilakukan secara elektronik. 

Proses tahapannya pun cukup mudah bagi para wajib pajak dalam memanfaatkan e-billing. Wajib pajak hanya perlu memiliki kode billing atau ID Billing. 

Ada Tujuh cara dalam memperoleh atau membuat ID Billing.Yakni melalui Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) yang sudah disahkan DJP, SSE (Surat Setoran Pajak) versi 2 pada DJP online, Tellerbank (tertentu) dan Kantor Pos Indonesia, Short Message Sistem (SMS) ID Billing, Layanan ID Billingdi KPP/KP3KP secara mandiri, Internet banking (hanya untuk nasabah bank tertentu) dan Kring pajak 1 500 200 (hanya untuk wajib pajak pribadi).

Setelah membuat ID Billing, kode billingbayar pajak tersebut dibayarkan melalui Bank yang telah di tunjuk, Internet banking, mobile banking dan Agen branchless banking .

Dalam penggunaannya, ada beberapa manfaat yang di dapatkan oleh para wajib pajak dari pembuatan ID Billing. Dengan mengusung jargon Bayar pajak kapan saja dan dimana saja, e-Billing mempermudah dalam melakukan pembayaran dimana saja dan kapan saja, sehingga tidak perlu antri berjam-jam. Selanjutnya, e-Billing dapat meminimalisasi kesalahan pencatatan transaksi yang dilakukan secara manual (Menghindari kesalahan pencatatan transaksi).  Selain itu, dengan menggunakan metode Transaksi real time, data transaksi yang dibuat wajib pajak langsung terekam di DJP (Direktorat Jenderal Pajak) sehingga dapat terhindar dari resiko data hilang .

Selain manfaat yang diperoleh pengguna Wajib Pajak, sejumlah keuntungan juga didapatkan dari adanya e-billing. Karena sistem e-billing didesain sedemikian rupa untuk meminimalisir kesalahan  akibat pencatatan transaksi yang biasa dilakukan secara manual. Maka dapat dikatakan ini adalah sistem yang akurat. Wajib pajak pun tak perlu lagi mengantri dalam melakukan pembayaran dan semua transaksi pembayaran pajak dapat dilakukan melalui Internet Banking cukup atau melalui mesin ATM. Wajib pajak juga  tidak perlu lagi membawa lembaran Surat Setoran Pajak (SSP) ke Bank atau Kantor Pos, hanya cukup membawa catatan kecil berisi Kode Billing untuk melakukan transaksi pembayaran pajak melalui teller bank atau dimasukkan sebagai kode pembayaran pajak di mesin ATM atau Internet Banking. 

Setelah selesai melakukan pembayaran pajak secara online, seluruh data transaksi yang  lakukan langsung terekam di dalam sistem DJP dan Kas Negara (transaksi Real Time).  Bukti Pembayaran Negara (BON) dan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) akan diterima oleh wajib pajak.

Sistem ini pun terintegrasi di mana Aplikasi pajak online e-Billing telah terintegrasi dengan Bank Persepsi dan aplikasi hitung PPh, PPN, e-Faktur, dan e-Filing. Anda pun tidak perlu lagi meng-input data perpajakan berulang kali dan merepotkan. 

Dengan demikian, aplikasi e-Billing dapat mempermudah perhitungan pajak secara cepat, murah, dan akurat. Hal ini menguntungkan bagi wajib pajak dari segi efisiensi waktu dan biaya yang dikeluarkan. 

Apalagi, ditambah dengan ketersediaan e-form yang dapat diisi dan simpan secara offline dan hanya perlu mengunggahnya ke sistem DJP, jika pengisian data sudah selesai dilakukan. Sehingga wajib pajak tidak lagi memerlukan SSP fisik

Untuk dapat menggunakan layanan ini, wajib pajak diharuskan untuk registrasi terlebih dahulu ke situs resmi DJP di www.sse.pajak.go.id.

Dengan adanya layanan e-Billing  pemerintah telah berupaya  dengan serius untuk menyederhanakan regulasi. Dan dengan menerapkan sistem e-Billing  di harapkan dapat    meningkatkan kualitas layanan pajak secara efektif dan efesien. 

Ulasan ini ditulis oleh: Ainur Yanni
Mahasiswa Magister Manajemen  2019
Universitas Jendral Soedirman – Purwokerto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here