DPRD Samarinda Sidak Lokasi Pergudangan Yang Diduga Sebagai Pemicu Terjadinya Banjir

0
2

Kalimantantv.com  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Samarinda ( DPRD Samarinda ), melakukan inspeksi mendadak di lokasi yang diduga penyebab banjir, di kawasan Jalan P Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur Jumat (15/1/2021).

Sidak tersebut dilakukan setelah mendapatkan laporan dari warga setempat, bahwa penyebab banjir di sana karena diduga adanya pergudangan. Tentu saja hal ini membuat kawasan perumahan Bukit Pinang, dalam pertama kalinya mengalami banjir yang cukup parah.

Di lokasi, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani, yang memimpin langsung operasi sidak lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa saat itu pihaknya melihat lokasi pergudangan dan  juga nantinya akan memanggil instansi terkait untuk mempertanyakan izin prinsip dari pergudangan tersebut.

“Kami akan memanggil kembali instansi terkait karena kami akan menanyakan izin prinsip,” tegasnya.

“Saya tadi perjelas ternyata ada yang belum diizinkan, kemudian sudah ada yang mendapat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan segala macamnya,” ungkapnya.

Dilanjutkannya bahwa melihat hal tersebut, haruslah komprehensif terlebih dahulu, setelah itu baru bisa melahirkan suatu rekomendasi.

Tetapi, ketika sudah ditindaklanjuti ternyata tidak ada salah satu izin prinsip yang harus dimilikinya, maka pihaknya meminta seluruh kegiatan diberhentikan.

“Kita tunggu izin prinsip ada atau tidak, ketika izin prinsip itu ada, silahkan lanjutkan kegiatan tersebut, namun ketika izin prinsip itu tidak ada,” ungkapnya.

“Kami minta kawasan tersebut harus dihentikan kegiatannya dan di pasang police line,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris RT 13 di sana, Syahrir, menyampaikan betapa parahnya banjir yang melanda kawasan ini pada beberapa hari lalu. Yakni kedalaman air mencapai sedada orang dewasa, sehingga untuk melewati tidak akan bisa.

“Rumah-rumah di sini rata-rata terendam air banjir, dan kita tidak berani lewat, mungkin kedalaman sampai sedada kami. banjir ini adalah pertama kalinya dalam sejarah. Biasanya tidak pernah dilanda banjir, apalagi jadi korban banjir di Kota Samarinda”. pungkasnya (ist/jw-kk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here