KalimantanTV.com – Tempat hiburan malam (THM) di Samarinda mulai ditutup pada 21 Maret kemarin sejak merebaknya kasus virus corona atau Covid-19.

Edaran tersebut dikeluarkan Pemerintah Kota Samarinda lewat surat bernomor 733/0415/013.01 dan bersifat penting.

Sehari sebelum diberlakukan, Pemkot Samarinda langsung mendatangi sejumlah THM guna mensosialisasikan edaran pemerintah itu, meski diketahui belakangan dalam surat yang diterbitkan tidak dicantumkan tanggal berlaku hingga berakhirnya edaran.

Menanggapi edaran tersebut, Komisi I DPRD Samarinda menyambut baik keputusan pemerintah meski terkesan lamban dalam mengambil keputusan.

“Agak terlambat dan kami di Komisi I tidak dilibatkan, tapi ya bagus saja THM ditutup,” ujar Suparno, wakil ketua Komisi I DPRD Samarinda.

Politikus PAN itu menyadari adanya kerugian secara ekonomi dari penutupan THM, mengingat THM menjadi satu di antara penyumbang PAD terbesar di Samarinda, tapi kondisi kesehatan masyarakat menjadi prioritas saat ini.

“Kalau ukurannya ekonomi ya pasti ada rugi, tapi demi kemaslahatan orang banyak dan menghambat penyebaran Covid-19 langkah ini harus diambil,” lanjut Suparno.

Terkait sangsi yang akan diberikan jika ada THM yang memaksakan diri tetap beroperasi, Suparno mengaku masih akan merapatkan dengan eksekutif sanksi yang akan diberikan.

“Kita masih akan rapatkan dengan pemkot sanksi apa yang akan diberikan, tapi yang jelas kita tegas, yang melawan edaran, kita tindak,” pungkas Suparno. (rs/ktv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here