DPRD Dan Pemkot Samarinda Putuskan Tunda Sekolah Tatap Muka

0
8

Kalimantantv.com – DPRD dan Pemerintah Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, telah menetapkan menunda pelaksanaan sekolah tatap muka, sejak senin tanggal 4 Januari 2021. Sebelumnya Pemkot Samarinda, sudah dalam proses pematangan untuk pelaksaan sekolah tatap muka pada 11 Januari 2021 mendatang.

Salah satunya dengan cara melakukan survei kepada orang tua murid untuk memberikan izin anaknya bersekolah secara tatap muka. Hasil survei menunjukkan 86 persen orang tua murid telah setuju untuk dilakukannya sekolah tatap muka.

Pada bulan sebelumnya, Pemkot Samarinda telah melakukan rapat bersama kepala sekolah TK, SD dan SMPN. Dengan hasil pemberlakuan sekolah tatap muka mengikuti persentasi tingkat penularan Covid-19 di Kecamatan. Bagi kecamatan yang berzona merah tidak diizinkan untuk melakukannya, sedangkan zona kuning 50 persen dan zona oranye hanya 25 persen, sesuai dengan jumlah pelajar di sekolah tersebut.

Berdasarkan hasil dari rapat koordinasi pada hari Senin (4/1/2021) yang dilakukan bersama Organisasi Perngkat Daerah (OPD) terkait dan DPRD Samarinda, dengan melihat kondisi Covid-19 di Kota Tepian cenderung naik turun.

Sehingga Pemkot mengambil langkah untuk mengurungkan langkah memberlakukan sekolah tatap muka.

“Melihat kondisi hingga hari ini kesimpulan adalah pembelajaran tatap muka sementara kita tunda dulu,” ujar Walikota Samarinda Syaharie Jaang, dikutip dari laman resmi akun Media Sosial Pemkot Samarinda, Senin (4/1/2021).

Tetapi sambungnya Walikota Samarinda, ia meminta kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan survei terhadap sekolah yang berada daerah luar lingkup perkotaan di Samarinda seperti Berambai, Loa Kumbar, Bantuas dan Pampang.

Ketika itu memungkinkan dilakukan pembelajaran tatap muka. Maka di daerah yang dimaksudkan tersebut bisa dilakukan pembelajaran lebih dahulu.

Karena di daerah tersebut, tingkat penyebarannya Covid-19 sangatlah rendah, berbeda dengan di daerah perkotaan.

“Jadi tidak menutup kemungkinan pola belajar tatap muka di sekolah hanya bisa kita lakukan pada sekolah di kawasan di luar daerah perkotaan,” ujarnya.

“Tetapi juga dengan mempertimbangan berbagai hal seperti protokol kesehatan sekolah dan tinggal gurunya dimana dulu, kalau di zona rawan kita rekomendasi untuk swab antigen dulu sebelum mengajar,“ pungkasnya. (ist/jw-kk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here