BI Selenggarakan Sosialisasi Pada Petani Di Kukar

0
12

Kalimantantv.com – Pelatihan dan sosialisasi yang diadakan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur yang berkolaborasi bersama beberapa dinas terkait dan BPD Kaltimtara itu ditujukan kepada klaster petani cabai merah dan bawang merah binaan BI di wilayah Kutai Kartanegara atau Kukar. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang berlangsung selama 3 hari, sejak tanggal 17 November 2020 hingga tanggal 19 November 2020 mengusung tema : “Penanganan Organisme Pengganggu Tanaman, Perlakuan Bibit di Masa Tanam, dan Akses KUR Untuk Peningkatan Kapasitas dan Produktivitas Petani”.

Sosialisasi ini dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda, sesuai dengan lokasi klaster petani di wilayah Kukar, yaitu di kebun Kelompok Tani PPS Bukit Biru, Balai Kelurahan Loa Tebu Tenggarong, dan Pondok Pertemuan Kelompok Tani Dewi Sri Bhuana Jaya Desa Bhuana Jaya Tenggarong.  Kegiatan dibuka oleh Kepala Tim Implementasi Kekda Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Aswin Gantina, yang diikuti dengan sambutan dari Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara, Bapak Sugiono. Turut hadir dalam kegiatan adalah perwakilan dari Kantor Kecamatan Tenggarong dan perwakilan dari Kantor Kelurahan Bukit Biru.

Alasan dilakukannya sosialisasi ini adalah karena cabai merah dan bawang merah adalah komoditas bahan pangan yang berjenis volatile food yang secara khusus memiliki isu dalam bidang ketahanan pangan. Terlebih sekarang mendekati musim panen, isu yang selalu muncul biasanya terkait dengan pergerakan harga yang bergejolak, kelangkaan persediaan, gagal panen, dan tingginya ketergantungan terhadap impor. Di wilayah Kalimantan Timur khususnya di Samarinda, komoditas seperti cabai merah dan bawang merah selalu menjadi faktor pendorong inflansi. Merujuk pada data selama sepuluh tahun terakhir, kedua komoditas tersebut secara persisten masuk ke dalam 5 besar pendorong inflasi di Kaltim.

Untuk mengatasi hal tersebut, para petani diberikan penjelasan mengenai cara mengendalikan pengganggu tanaman (OPT) serta teknik melakukan perawatan tanaman menjelang dan selama musim penghujan oleh tim teknis dinas terkait.  Selain itu, para petani juga diberi materi tentang penguatan kelembagan klaster petani seperti pencatatan administrasi yang lebih detail oleh BI serta diberikan pula sosilasasi mengenai akses KUR yang disampaikan oleh Bank Kaltimtara KC Tenggarong.

Tujuan utama Bank Indonesia melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini adalah “Menjaga dan Memelihara Kestabilan Nilai Rupiah.”  Selain melalui pelatihan dan sosialisasi, Bank Indonesia juga memiliki banyak instrumen untuk mendukung tujuan tersebut. Salah satunya adalah program pemberdayaan UMKM, yang dibentuk dengan klaster-klaster binaan maupun mitra dari berbagai sektor, terutama sektor pertanian guna mendukung ketahanan dan kestabilan harga pangan.

Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini para petani dapat mengoptimalkan hasil panen dan meminimalkan kerusakan akibat OPT maupun akibat kesalahan perawatan di musim penghujan. Serta sebagai bagian dari upaya literasi dan perluasan inklusi keuangan, diharapkan para petani dalam klaster binaan dapat mengenal produk perbankan dengan lebih baik yang kelak akan memudahkan akses pembiayaan perbankan kepada petani. Terakhir dan paling utama, diharapkan hasil yang optimal dari panen dapat berkontribusi dalam upaya pengendalian harga pangan, terutama cabai merah dan bawang merah di daerah Kota Samarinda dn sekitarnya. (ist/jw-kk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here