Banjir ditengah pandemi Covid-19

0
3

Anak Sungai Kayan Meluap, Dua Desa di Malinau Diterjang Banjir

Malinau, KalimantanTV.com – Dua Desa di Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Malinau terendam banjir akibat meluapnya anak Sungai Kayan pada Kamis (30/4) pagi. Adapun Desa yang dilanda banjir ialah Desa Long Sule dan Desa Long Pipa.
“Puluhan rumah warga, Pusat Kesehatan Masyarakat dan Satu Sekolah Pecdidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terendam banjir karena luapan air sungai, akibat hujan dari hulu. Ketinggian air terparah mencapai 1,5 meter,” ucap Brigpol Rudi, Bhabinkamtibmas Desa Long Sule dan Long Pipa, Polsek Kayan Hilir, Malinau saat dikonfirmasi KalimantanTV.com
Selain merendam pemukiman warga, Ternak dan perahu milik warga juga terbawa hanyut oleh derasnya arus air. “Selain ternak dan perahu beberapa bangunan rumah warga juga rusak karena arus air yang deras,” sambung Brigpol Rudi.
Meski tidak ada korban jiwa, Brigpol Rudi mengungkapkan, banyaknya warga yang sedang meninggalkan rumah mereka untuk melakukan isolasi mandiri akibat Pandemi Covid-19, membuat rumah warga banyak yang tak berpenghuni saat peristiwa banjir. Sehingga beberapa barang warga terlebih elektronik tidak dapat terselamatkan.
“Rumah warga yang sedang kosong, terpaksa kami bobol bersama dengan warga lainnya untuk menyelamatkan padi mereka. Karena saat pandemi Covid-19 ini banyak warga yang memilih untuk tinggal di kebun dan rumah yang dikampung kosong,” jelasnya.
Secara Terpisah, Bupati Malinau Dr Yansen TP M.Si kepada Kalimantan TV. Com menjelaskan, dirinya telah meminta jajarannya untuk melakukan pendataan guna mengatasi dampak yang ditimbulkan akibat banjir.
“Saat ini banjir sudah surut dan saya sudah meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Malinau dan Dinas Kesehatan untuk mendata dampak akibat banjir dan segera mengambil langkah untuk mengatasinya,” jelasnya.

Meski banjir yang melanda Desa Long Sule dan Long Pipa, sudah berangsur surut, dirinya meminta masyarakat untuk selalu waspada serta membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, ditengah kondisi alam yang sulit diprediksi. Terlebih saat ini Indonesia khususnya Malinau juga tengah menghadapi pandemi global Covid-19.
“Masyarakat harus selalu waspada. Kita ketahui Malinau memiliki Program RT-BERSIH (Rapi, Tertib, Bersih, Sehat, Indah, Harmonis) yang harus dijalankan dengan baik. Segala sesuatu harus dilakukan dengan Rapi, Tertib, selalu mengindahkan Kebersihan, Selalu mengutamakan Kesehatan, menghadirkan Keindahan untuk masyarakat dan dan segala yang dilakukan harus selalu memperhatikan kepentingan bersama,” jelas Bupati Yansen.
“Bencana itu bisa datang kapan saja, tetapi jika kita sudah memiliki pola hidup yang Rapi, Tertib, Bersih, Sehat, Indah dan Harmonis. Maka segala bencana yang melanda bisa kita hadapi dengann baik,” tutup Yansen. (**Jo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here